Tentang Mangguliling
Sungai
Magguliling mempunyai mitos bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit,
seperti kolestrol, reumatik, dan gatal-gatal, dan sungai ini pertama kali
ditemukan oleh seorang peneliti, DR. Jems
Para sobat
Blogger... Mangguliling, yah, itulah Mangguliling. Sebuah Kampung yang terletak
di Desa Baring, Kecamatan Segeri,Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi
Sulawesi Selatan. Kurang Lebih 80 km dari Ibukota Provinsi dan 20 km dari
Ibukota Kabupaten. Untuk masuk ke daerah sana kita harus melewati sebagian
jalanan yang belum beraspal. Kondisi jalanan diperparah dengan banyaknya
kendaraan setiap hari, bahkan bisa kita bayangkan antrian kendaraan ada sampai
5 km ke pusat sungai di saat ramai pengunjung. Keajaiban Mangguliling adalah
sebuah berkah bagi masyarakat sekitar, karena dengan adanya tempat tersebut
dapat membuka lapangan pekerjaan baru yang dapat meningkatkan pendapatan
ekonomi keluarga, dengan menjajakan berbagai jenis makanan
Sebuah fenomena
alam, yang dikunjungi ratusan bahkan mungkin ribuan orang setiap hari. Sulit
memang dipercaya tapi itulah kenyataannya. Maksud kedatangan mereka adalah
sebagian besar
untuk
melakukan pengobatan alternatif, sebagian hanya rasa penasaran dan sekaligus
melakukan rekreasi. Menurut terstimoni beberapa orang yang pernah berkunjung ke
Mangguliling, saat mereka berendam di sungai tersebut selama beberapa saat
mereka merasakan perubahan pada penyakit yang mereka derita. Kita tidak tahu
apa itu sebuah keajaiban atau memang kandungan air Sungai Mangguliling memang
mengandung bahan pengobatan tradisional, seperti kandungan belerang dan biji
emas dan ini perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut oleh orang
yang berkepentingan. tempat ini bukan hanya di datangi oleh masyarakat sekitar
Kabupaten Pangkajene Kepulauan tetapi Masyarakat di luar provinsi Sulawesi
Selatan.
Menurut
Kepala Desa Baring, Andi Muhammad Arsyad.AG, ketika ditemui di lokasi tersebut,
belum lama ini, mengatakan dirinya juga tidak banyak mengetahui masalah seluk
beluk sungai ini, dimana sebelumnya banyak penambang sirtu dan tambang lainnya.
“Kami warga tidak mengetahui khasiat dari air sungai tersebut,” katanya.
Apalagi
sungai tersebut memang masih alami dan terkadang ada penghuni dari sungai yang
sering menampakkan diri, bahkan terkadang banyak pengunjung yang
kesurupan jika takabur.
Lebih jauh dikatakannya, selama kurang lebih 2 bulan
terakhir ini setiap hari banyak pengunjung dari daerah luar, seperti
Tator, Enrekang dan daerah tetangga, bahkan dari provinsi Gorontalo sekalipun.
Dituturkan
bahwa Ahmad yang berasal dari Gorontalo, juga punya pengalaman saat
istrinya menderita penyakit yang susah disembuhkan oleh Medis, maka istrinya di
bawa ke dokter Jeams.
“Dokter
Jems menyarankan agar istrinya dibawa berendam di sungai Magguliling dan
diharapkan dapat berendam hingga bagian dada, dan itu saya terus lakukan sampai
akhirnya saya dan istri saya sembuh,” katanya.
Aliran sungai tersebut mempunyai 3 cabang yang mengaliri tiga
kabupaten masing-masing kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Bone.
Khusus sungai Magguliling yang mengalir di Kecamatan Segeri, dikenal
Magguliling, yang berarti sungai yang dikelilingi oleh gunung.
Keberadan
sungai tersebut oleh warga kampung Magguliling juga saat ini menjadi sumber
pendapatan baru, mengingat pengunjung setiap harinya semakin ramai, bahkan
antrian mobil mencapai sepanjang 2 Km pada hari Jumat hingga hari Minggu.
Kepala
Desa Baring mengemukakan bahwa animo masyarakat yang tinggi tersebut maka kades
bersama warga membuka penjulan karcis masuk yang dikenakan tarif sebesar Rp
5.000 perorang.
Khusus
parkir untuk kendaraan dikenakan tarif antara Rp2.000 sampai Rp5.000 setiap
kendaraan dan menjadi mata pencaharian bagi pemuda di kampung tersebut,
dan diperkirakan setiap harinya bisa diperoleh pemasukan sampai Rp3 juta,
terutaman pada hari Jumat dan hari Minggu. Sementara untuk hari biasa
minimal Rp200.000 itulah yang terendah.
Keberadaan sungai tersebut akan dikelola nantinya oleh Dinas
Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pangkep, keberadaan sungai tersebut saat ini.
Tidak kalah dari permandian alam Bantimurung, begitupun pengunjungnya yang
setiap hari yang datang tidak kalah banyaknya dari permandian alam
Bantimurung.
Airnya
yang bening memberikan kenikmatan tersendiri bagi pengunjung untuk berendang.
Namun disisi lain akan sangat berbahaya, karena sewaktu-waktu air bah
bisa datang hingga membahayakan pengujung.
Oleh
karena itu, maka ditempatkan petugas yang mengawasi setiap saat yang
pengunjung melintas, terutama jika terjadi hujan di daerah hulu. Air bah
tiba-tiba datang, itulah yang dikhawatirkan, nantinya...by Andi Lukman (Baring-Segeri)


