Sabtu, 07 Juni 2014



Tentang Mangguliling
Sungai Magguliling mempunyai mitos bisa menyembuhkan  berbagai jenis penyakit, seperti kolestrol, reumatik, dan gatal-gatal, dan sungai ini pertama kali ditemukan oleh seorang peneliti, DR. Jems
Para sobat Blogger... Mangguliling, yah, itulah Mangguliling. Sebuah Kampung yang terletak di Desa Baring, Kecamatan Segeri,Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Kurang Lebih 80 km dari Ibukota Provinsi dan 20 km dari Ibukota Kabupaten. Untuk masuk ke daerah sana kita harus melewati sebagian jalanan yang belum beraspal. Kondisi jalanan diperparah dengan banyaknya kendaraan setiap hari, bahkan bisa kita bayangkan antrian kendaraan ada sampai 5 km ke pusat sungai di saat ramai pengunjung. Keajaiban Mangguliling adalah sebuah berkah bagi masyarakat sekitar, karena dengan adanya tempat tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan baru yang dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, dengan menjajakan berbagai jenis makanan
Sebuah fenomena alam, yang dikunjungi ratusan bahkan mungkin ribuan orang setiap hari. Sulit memang dipercaya tapi itulah kenyataannya. Maksud kedatangan mereka adalah sebagian besar
untuk melakukan pengobatan alternatif, sebagian hanya rasa penasaran dan sekaligus melakukan rekreasi. Menurut terstimoni beberapa orang yang pernah berkunjung ke Mangguliling, saat mereka berendam di sungai tersebut selama beberapa saat mereka merasakan perubahan pada penyakit yang mereka derita. Kita tidak tahu apa itu sebuah keajaiban atau memang kandungan air Sungai Mangguliling memang mengandung bahan pengobatan tradisional, seperti kandungan belerang dan biji emas  dan ini perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut oleh orang yang berkepentingan. tempat ini bukan hanya di datangi oleh masyarakat sekitar Kabupaten Pangkajene Kepulauan tetapi Masyarakat di luar provinsi Sulawesi Selatan.
Menurut Kepala Desa Baring, Andi Muhammad Arsyad.AG, ketika ditemui di lokasi tersebut, belum lama ini, mengatakan dirinya juga tidak banyak mengetahui masalah seluk beluk sungai ini, dimana sebelumnya banyak penambang sirtu dan tambang lainnya. “Kami warga tidak mengetahui khasiat dari air sungai  tersebut,” katanya.
Apalagi sungai tersebut memang masih alami dan terkadang ada penghuni dari sungai yang sering menampakkan diri,  bahkan terkadang banyak pengunjung yang kesurupan jika takabur.
Lebih jauh dikatakannya, selama kurang lebih 2 bulan terakhir  ini setiap hari banyak pengunjung dari daerah luar, seperti Tator, Enrekang dan daerah tetangga, bahkan dari provinsi Gorontalo sekalipun.
Dituturkan bahwa Ahmad yang berasal dari Gorontalo,  juga punya pengalaman saat istrinya menderita penyakit yang susah disembuhkan oleh Medis, maka istrinya di bawa ke dokter Jeams.
“Dokter Jems menyarankan agar istrinya dibawa berendam di sungai Magguliling dan diharapkan dapat berendam hingga bagian dada, dan itu saya terus lakukan sampai akhirnya saya dan istri saya sembuh,” katanya.
Aliran sungai tersebut mempunyai 3 cabang yang mengaliri tiga kabupaten masing-masing kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Bone. Khusus sungai Magguliling  yang mengalir di Kecamatan Segeri, dikenal Magguliling, yang berarti sungai yang dikelilingi oleh gunung.
Keberadan sungai tersebut oleh warga kampung Magguliling juga saat ini menjadi sumber pendapatan baru, mengingat pengunjung setiap harinya semakin ramai, bahkan antrian mobil mencapai sepanjang 2 Km pada hari Jumat hingga hari Minggu.
Kepala Desa Baring mengemukakan bahwa animo masyarakat yang tinggi tersebut maka kades bersama warga membuka penjulan karcis masuk yang dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 perorang.
Khusus parkir untuk kendaraan dikenakan tarif antara Rp2.000 sampai Rp5.000 setiap kendaraan dan menjadi mata pencaharian bagi  pemuda di kampung tersebut, dan diperkirakan setiap harinya bisa diperoleh pemasukan sampai Rp3 juta, terutaman pada hari Jumat dan hari Minggu. Sementara untuk  hari biasa minimal Rp200.000 itulah yang terendah.
Keberadaan sungai tersebut akan dikelola nantinya oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pangkep, keberadaan sungai tersebut saat ini. Tidak kalah dari permandian alam Bantimurung, begitupun pengunjungnya yang setiap hari yang datang tidak kalah banyaknya  dari permandian alam Bantimurung.
Airnya yang bening memberikan kenikmatan tersendiri bagi pengunjung untuk berendang. Namun disisi lain akan sangat  berbahaya, karena sewaktu-waktu air bah bisa  datang hingga membahayakan pengujung.
Oleh karena itu, maka ditempatkan petugas yang mengawasi setiap saat yang pengunjung  melintas, terutama jika terjadi hujan di daerah hulu. Air bah tiba-tiba datang, itulah yang dikhawatirkan, nantinya...by Andi Lukman (Baring-Segeri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar